PENJUAL MARTABAK MINI JADI KORBAN PENCURIAN SA'AT TERTIDUR DI SEBELAH ROMBONG JUALANNYA
nasib apes dialami Khairul Anwar (34) jadi korban pencurian sa'at tertidur di sebelah rombong jualannya
TANGERANG — Nasib apes menimpa Khoirul Anwar, 34, pedagang martabak mini di Jalan AMD Raya, Kelurahan Larangan Utara, Kota Tangerang, harus menelan pil pahit. Pria yang biasa mangkal dengan gerobaknya itu menjadi korban pencurian saat tertidur di samping tempat dagangannya pada Selasa siang, 28 Juli 2026.
Dalam tas selempang yang raib, tersimpan uang tunai Rp100 ribu, empat unit ponsel, jam tangan, KTP, hingga kartu ATM BCA. Yang paling membuatnya terpukul, dua dari empat ponsel itu sudah ia siapkan sebagai kado untuk anaknya.
KRONOLOGI: TERTIDUR KELELAHAN USAI DAGANG
Berdasarkan keterangan Khoirul kepada petugas, kejadian bermula sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah berjualan sejak pagi, ia memutuskan beristirahat sejenak di samping gerobak martabaknya. Tas selempang yang berisi dagangan dan barang pribadi diletakkan di dekat tubuhnya.
“Biasanya kalau siang agak sepi, saya numpang merem sebentar. Nggak nyangka ada yang berani ambil pas saya tidur,” ujar Khoirul saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa sore.
Saat terbangun beberapa menit kemudian, tas tersebut sudah tidak ada di tempatnya. Khoirul langsung panik dan berteriak meminta tolong warga sekitar. Warga yang mendengar kemudian membantu mengecek rekaman CCTV di toko dan rumah warga sekitar Jalan AMD Raya.
ISI TAS : ADA 4 HP BERBEDA MEREK
Dari daftar barang yang hilang, total ada empat ponsel dengan merek berbeda: Poco C85, Redmi 13C, Infinix, dan Nokia.
“Dua HP itu rencananya mau saya kasih ke anak. Satu buat yang sulung, satu buat yang bungsu. Nabung dari hasil jualan martabak mini seharga 5 ribuan. Sedih banget rasanya,” kata Khoirul dengan suara bergetar.
Selain ponsel, pelaku juga membawa kabur uang tunai hasil jualan, jam tangan, dompet berisi KTP, dan kartu ATM BCA milik korban.
REKAMAN CCTV : PELAKU DIDUGA 2 ORANG
Video rekaman CCTV yang kemudian viral di media sosial memperlihatkan dua orang pria mendekati gerobak Khoirul. Salah satu pelaku tampak mengamati situasi, sementara pelaku lainnya mengambil tas selempang dan segera pergi ke arah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Warga sekitar mengaku tidak curiga karena lokasi tersebut memang sering dipakai pedagang kaki lima untuk berteduh dan istirahat.
“Orangnya sopan-sopan, dagang dari pagi sampai sore. Kasihan, apalagi HP buat anaknya juga ikut hilang,” kata Rudi, warga yang kiosnya tak jauh dari lokasi.
POLISI LAKUKAN PENYELIDIKAN GABUNGAN
Menanggapi laporan tersebut, petugas dari Polsek Pesanggrahan dan Polsek Ciledug langsung turun ke lokasi pada hari yang sama. Hal ini dilakukan karena Jalan AMD Raya berada di wilayah perbatasan antara Kota Tangerang dan Jakarta Selatan.
Kapolsek Ciledug Kompol Sutrisno melalui Kanit Reskrim mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan korban dan saksi, serta mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti.
“Kami sudah koordinasi dengan Polsek Pesanggrahan karena titik pelaku melarikan diri ke arah Jakarta Selatan. Tim juga sedang menyisir CCTV di titik-titik lain untuk melacak keberadaan dua terduga pelaku,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memburu para pelaku. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya pedagang kaki lima, agar lebih waspada dan tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan, meski hanya sebentar.
HARAPAN KORBAN
Khoirul berharap ponsel dan barang-barangnya bisa segera ditemukan. Ia mengaku belum memiliki dana untuk membeli ponsel pengganti dalam waktu dekat.
“Kalau uang dan KTP bisa ikhlas, tapi HP buat anak itu yang bikin kepikiran. Mudah-mudahan pelakunya cepat ketangkap,” ucapnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para pedagang dan pekerja harian agar tetap berhati-hati. Kelelahan mencari nafkah jangan sampai dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
INFOMASUK