BANYUASIN — 22/07/2026

Suasana di depan Pos Polisi Musi Indah, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, mendadak heboh Selasa pagi, 21 Juli 2026. Seorang sopir truk asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraannya yang terparkir tepat di bahu jalan depan pos polisi sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban diketahui bernama Slamet Riyadi, 47 tahun. Ia mengemudikan truk tronton bernomor polisi P 9xxx BN yang membawa muatan bahan bangunan dari arah Palembang menuju Jambi.

Ditemukan Warga Saat Hendak Membeli Kopi

Informasi pertama kali diketahui oleh beberapa warga yang melintas dan pedagang kopi di sekitar pos. Salah satunya, Yanto, 39, mengaku curiga karena sejak Senin malam truk tersebut sudah terparkir di tempat yang sama.

"Saya lihat truk ini dari semalam. Kacanya ketutup semua, mesin mati. Tadi pagi saya mau beli kopi, saya tengok dari luar kok bapaknya tiduran tidak gerak-gerak. Saya ketuk-ketuk tidak ada jawaban," ujar Yanto.

Karena tidak ada respon, warga kemudian melapor ke anggota Pos Polisi Musi Indah yang sedang piket.

Polisi Langsung Lakukan Olah TKP

Menerima laporan, personel Polsek Betung bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Banyuasin langsung turun ke lokasi. Garis polisi dipasang di sekitar truk untuk memudahkan proses olah tempat kejadian perkara.

Kapolsek Betung, AKP Rudi Hartono, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, saat pintu kabin dibuka, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di kursi kemudi dengan posisi setengah bersandar.

"Kami dapat laporan pukul 09.10 WIB. Tim langsung ke TKP. Korban ditemukan di dalam kabin truk sendirian. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban pada pemeriksaan awal," kata AKP Rudi di lokasi kejadian.

Tim Inafis Polres Banyuasin kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Dokumen yang ditemukan di dalam dompet korban berupa KTP, SIM B1 Umum, dan kartu anggota sopir menguatkan identitas bahwa korban merupakan warga Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.

Diduga Meninggal Karena Sakit

Dari keterangan rekan sesama sopir yang sempat bertemu korban di Palembang, Slamet diketahui sedang dalam perjalanan lintas Sumatera seorang diri. Ia sudah dua hari terakhir mengeluh pusing dan masuk angin.

"Katanya mau istirahat dulu di Betung sebelum lanjut ke Jambi. Biasanya memang banyak sopir truk yang mampir di depan pos ini untuk tidur karena aman," ungkap Budi, rekan korban yang datang ke lokasi.

Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit. Namun untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah dibawa ke RSUD Banyuasin untuk dilakukan visum et repertum.

"Kami masih menunggu hasil visum. Keluarga di Banyuwangi juga sudah kami hubungi melalui nomor yang ada di HP korban," tambah AKP Rudi.

Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

Proses evakuasi jenazah dan truk sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur Sumatera KM 45 itu tersendat sekitar 30 menit. Petugas dibantu warga mengevakuasi jenazah dan meminggirkan truk ke halaman pos polisi.

Banyak sopir truk lain yang berhenti sejenak untuk melihat. Beberapa di antaranya mengaku mengenal korban karena sering bertemu di jalur lintas.

"Innalillahi. Pak Slamet orangnya baik, pendiam. Sering bareng kami kalau bongkar muat di Palembang," kata salah satu sopir.

IMBAUAN UNTUK SOPIR LINTAS

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesehatan bagi para sopir angkutan barang jarak jauh. AKP Rudi mengimbau para sopir agar tidak memaksakan diri jika kondisi badan tidak fit.

"Jalur lintas ini panjang. Kalau capek, pusing, atau kurang tidur lebih baik istirahat di tempat yang ramai dan aman. Cek kesehatan secara rutin. Jangan sungkan melapor ke pos polisi terdekat kalau butuh bantuan," pesannya.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah Slamet masih berada di kamar jenazah RSUD Banyuasin. Pihak keluarga dari Banyuwangi dikabarkan akan menjemput jenazah untuk dimakamkan di kampung halaman.

Polisi masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan keluarga serta perusahaan ekspedisi tempat korban. INFOMASUK