GELOMBANG TINGGI PELABUHAN KETAPANG - GILIMANUK DI TUTUP SEMENTARA
Akibat gelombang tinggi pelabuhan Ketapang Gilimanuk ditutup, ASDP menutup aktivitas penyeberangan pada hari rabu 29 juli 2026 pukul 11 WITA akibatnya atrean panjang mengular
BANYUWANGI/JEMBRANA — Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana Bali resmi dihentikan sementara mulai Rabu, 29 Juli 2026 pukul 11.00 WITA. Penutupan dilakukan menyusul meningkatnya ketinggian gelombang di Selat Bali yang dinilai membahayakan keselamatan pelayaran.
Keputusan penutupan disampaikan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Satpel Pelabuhan Ketapang. Pihak berwenang menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem di jalur vital penghubung Pulau Jawa dan Bali tersebut tidak memungkinkan kapal-kapal KMP beroperasi dengan aman.
“Penyebabnya gelombang tinggi. Untuk rencana dibuka, kami menunggu cuaca membaik dan hasil pemantauan BMKG,” ujar petugas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran BPTD Ketapang.
DAMPAK DI LAPANGAN : ANTREAN MENGULAR
Penutupan mendadak ini langsung berdampak pada ribuan pengguna jasa. Baik kendaraan pribadi, bus, maupun kendaraan logistik terpaksa harus menunggu di kantong parkir dan zona penyangga yang telah disiapkan.
Di sisi Ketapang, antrean kendaraan dilaporkan mulai mengular sejak pagi. Zona penyangga seperti Terminal Sri Tanjung dan Grand Watu Dodol mulai dipadati kendaraan yang hendak menyeberang ke Bali. Sementara di sisi Gilimanuk, titik penyangga disiapkan di Terminal Kargo Gilimanuk, UPPKB Cekik, hingga rest area Rambut Siwi dan Pengeragoan.
Beberapa sopir truk mengaku sudah mengantre sejak pagi dan belum mendapat kepastian kapan kapal akan kembali beroperasi. “Kami paham ini demi keselamatan, tapi semoga cepat dibuka. Barang-barang ini kebanyakan sembako untuk Bali,” kata salah satu sopir logistik.
KONDISI CUACA MENURUT BMKG
Berdasarkan data BMKG Maritim, gelombang di Selat Bali bagian utara pada hari ini diperkirakan mencapai 2,5 meter, disertai embusan angin 18–21 knot dan cuaca berawan tebal. Kondisi ekstrem seperti ini memang sering terjadi di Selat Bali karena karakter perairannya yang cepat berubah.
Pihak BPTD menegaskan akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan operator kapal ASDP untuk memantau perkembangan cuaca setiap jam. Penyeberangan baru akan dibuka kembali jika ketinggian gelombang sudah turun dan dinyatakan aman oleh Syahbandar.
IMBAUAN KEPADA MASYARAKAT
Dengan ditutupnya jalur penyeberangan utama ini, distribusi logistik dari Jawa ke Bali dan sebaliknya berpotensi mengalami keterlambatan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk:
1. Menunda perjalanan lintas Jawa-Bali yang tidak mendesak
2. Memantau informasi resmi melalui kanal ASDP Indonesia Ferry, BPTD, dan BMKG
3. Bagi kendaraan logistik, opsi pengalihan sementara melalui Pelabuhan Jangkar - Situbondo menuju Pelabuhan Lembar, Lombok juga disiapkan untuk mengurangi penumpukan
Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk merupakan urat nadi ekonomi antara Jawa dan Bali. Setiap harinya ribuan kendaraan dan puluhan ribu penumpang bergantung pada jalur ini untuk mobilitas dan distribusi barang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada waktu pasti kapan pelabuhan akan dibuka kembali. Petugas mengimbau agar semua pihak bersabar dan mengutamakan keselamatan.
Untuk update terbaru, masyarakat dapat menghubungi call center ASDP 191 atau memantau media sosial resmi ASDP dan BPTD Ketapang.
INFOMASUK