WASIT TARKAM MENINGGAL DUNIA DI KEROYOK SUPORTER
catatan kelam dunia sepakbola anak negeri kembali terjadi, seorang wasit tarkam meninggal dunia
BOGOR, http://infomasuk.com — Dunia sepak bola tarkam kembali berduka. Seorang wasit dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok suporter dalam sebuah pertandingan di wilayah Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Kabar tersebut dibenarkan oleh wasit berlisensi nasional, Rudi, pada Senin malam, 11 Agustus 2025. Hingga berita ini diturunkan, Polres Bogor masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, insiden terjadi di tengah berlangsungnya laga tarkam di Sukajaya. Pertandingan yang awalnya berjalan panas memicu kericuhan di pinggir lapangan.
Dalam situasi tersebut, wasit yang memimpin jalannya laga menjadi sasaran amuk sekelompok suporter. Korban mengalami luka serius akibat penganiayaan dan dinyatakan meninggal dunia.
“Benar, ada rekan kami wasit yang meninggal dunia akibat dianiaya saat memimpin pertandingan tarkam di Sukajaya. Kami semua terpukul,” ujar Rudi kepada http://infomasuk.com, Senin (11/8) malam.
Pihak kepolisian dari Polres Bogor langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan. Tim Inafis melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk pemain, panitia, dan warga yang menyaksikan kejadian.
PENYELIDIKAN MASIH BERLANGSUNG
Kapolres Bogor melalui Humas belum memberikan rilis resmi terkait identitas korban dan jumlah terduga pelaku yang diamankan. Namun sumber di kepolisian menyebut proses penyelidikan difokuskan pada motif pengeroyokan dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengamanan pertandingan.
“Saat ini kami masih dalami. TKP sudah diamankan, saksi dimintai keterangan. Kami kejar siapa saja yang terlibat,” kata seorang penyidik yang tidak ingin disebutkan namanya.
Belum diketahui apakah pertandingan tersebut mengantongi izin dari pihak kepolisian dan apakah ada petugas keamanan yang ditugaskan.
SOROTAN : Keamanan Tarkam yang Minim
Kasus ini bukan kali pertama terjadi di sepak bola tarkam. Turnamen antar kampung yang kerap digelar tanpa standar pengamanan ketat kembali menjadi sorotan publik.
Rudi menyebut, minimnya pengawasan menjadi faktor utama tingginya risiko kekerasan di lapangan.
“Wasit di tarkam itu posisinya paling rentan. Tidak ada pengamanan, tidak ada jaminan. Kalau ada keputusan yang tidak disukai, bisa langsung jadi sasaran,” jelasnya.
Ia mendorong agar setiap penyelenggara tarkam wajib berkoordinasi dengan kepolisian dan menyediakan petugas keamanan. Selain itu, edukasi kepada suporter agar menghargai keputusan wasit juga dinilai mendesak.
“Sepak bola itu hiburan. Jangan sampai karena emosi sesaat, nyawa melayang. Ini harus jadi pelajaran terakhir,” tambahnya.
REAKSI KOMUNITAS WASIT
Berita duka ini langsung menyebar di grup komunitas wasit se-Jawa Barat. Sejumlah wasit menyatakan akan menunda memimpin pertandingan tarkam sampai ada jaminan keamanan yang jelas.
Di media sosial, warganet juga mengecam tindakan anarkis tersebut. Banyak yang mendesak agar pelaku diusut tuntas dan diberi hukuman setimpal.
Hingga Selasa pagi, 12 Agustus 2025, jenazah korban masih dalam proses identifikasi lebih lanjut di rumah sakit. Polres Bogor berjanji akan mempublikasikan perkembangan kasus setelah pemeriksaan selesai.
Tragedi di Sukajaya ini kembali mengingatkan bahwa sepak bola, meski hanya bertaraf tarkam, tetap butuh perlindungan hukum dan rasa aman bagi semua pihak yang terlibat, terutama wasit yang bertugas menjaga fair play. INFOMASUK