HUTAN DI KAWASAN GUNUNG BROMO TERBAKAR
Kebakaran Hutan di kawasan hutan Bromo Jawa Timur terus meluas,
BANYUWANGI — 05/08/2026
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran terbaru menghanguskan sekitar 14 hektare lahan di dua titik lokasi selama kurang lebih 24 jam.
Kepala Seksi Humas dan Data TNBTS, Sarif Hidayat, menjelaskan api membakar area di Resort Suban Trisula dan Resort Gunung Penanjakan, tepatnya di blok Pondok Kawat.
"Empat hektare di Lundanabam. 10 hektare-nya di Pondok Kawat," kata Sarif, Rabu 05/08/2026
Menurut Sarif, kebakaran di Bromo memang kerap terjadi saat musim kemarau panjang. Vegetasi semak, alang-alang dan sabana yang kering sangat mudah terbakar. Pihaknya masih mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran kali ini
AKSES WISATA DITUTUP
Buntut kebakaran, Balai Besar TNBTS menutup seluruh akses wisata ke Gunung Bromo dan Ranu Regulo sejak 10 September 2023 hingga waktu yang belum ditentukan.
Penutupan juga berlaku untuk jalur Malang-Lumajang-Malang demi kelancaran pemadaman dan keamanan masyarakat
"Kebakaran hutan yang terjadi pada Blok Savana Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies di Savana Kaldera Tengger," kata Kabag TU BB-TNBTS Septi Eka Wardhani. Pengunjung yang sudah membeli tiket online dipersilakan mengajukan reschedule saat wisata dibuka kembali
DAMPAK KE WARGA DAN PARIWISATA
Kebakaran ini tidak hanya merusak ekosistem. BPBD Jatim mencatat pipa air bersih sepanjang 11.600 meter rusak, sehingga pasokan air ke 4 desa di Kecamatan Sukapura, Probolinggo terganggu. Data terbaru menyebut 5 desa terdampak: Ngadirejo, Wonokerto, Jetak, Wonotoro, dan Ngadisari
Dari sisi pariwisata, Menparekraf Sandiaga Uno menyebut okupansi hotel di kawasan Bromo turun drastis di bawah 50 persen. Kemenparekraf memperkirakan potensi kerugian sektor pariwisata mencapai Rp89,7 miliar
PENYEBAB KEBAKARAN SEBELUMNYA
Kebakaran besar di Bukit Teletubbies pada 6 September 2023 lalu diketahui dipicu flare yang dinyalakan saat sesi foto pre-wedding. Akibatnya api meluas hingga diperkirakan 500 hektare dan sempat merambat ke Malang, Lumajang, hingga Pasuruan. Polisi telah menetapkan manajer wedding organizer sebagai tersangka
Petugas gabungan BPBD, TNBTS, TNI, Polri dan relawan terus melakukan pemadaman lewat darat dan water bombing dari udara
Pihak TNBTS mengimbau warga, pengunjung dan pelaku wisata untuk tidak menyalakan api, petasan, kembang api, maupun flare selama berada di kawasan dan segera melapor jika menemukan titik api
Hingga berita ini ditulis, proses pendinginan dan pemantauan di titik-titik rawan masih terus dilakukan. INFOMASUK