PASURUAN — 05/08/2026

Kematian Widi Nurcahyono, 43, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Pria yang sehari-hari mengelola loket pembayaran listrik dan PDAM itu meninggal dunia pada Senin sore, 3 Agustus 2026, setelah sebelumnya didatangi sejumlah anggota kepolisian di tempat usahanya.

Hingga kini pihak keluarga menunggu proses hukum berjalan secara terbuka. Berikut kronologi lengkap berdasarkan keterangan yang disampaikan keluarga kepada INFOMASUK.

KRONOLOGI KEJADIAN

Menurut Lukman, adik korban, peristiwa bermula sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu sebuah mobil yang berisi lima anggota polisi datang ke rumah Widi untuk mencari yang bersangkutan.

"Saat didatangi, Mas Widi sedang di kios pembayaran, tidak jauh dari rumah. Petugas datang karena ada dugaan terkait aktivitas judi online," kata Lukman, Selasa 4 Agustus 2026.

Di kios tersebut, kata Lukman, terjadi perdebatan. Widi disebut membantah keras tuduhan yang disampaikan petugas. Choirul Anwar, anggota keluarga lain, menduga penolakan itulah yang memicu situasi menjadi tidak terkendali.

"Kami tidak melihat langsung di dalam kios. Tapi dari jarak beberapa meter kami mendengar suara," ujar Choirul.

Kesaksian Keluarga: Ada Teriakan Minta Ampun

Pihak keluarga mengaku tidak menyaksikan secara langsung proses di dalam kios. Namun mereka mendengar teriakan dari arah lokasi.

"Kami hanya mendengar teriakan, 'Ampun Pak'," kenang Lukman dengan suara bergetar.

Beberapa saat setelah suara itu tidak terdengar lagi, Widi kemudian dibawa keluar dari kios oleh petugas dan segera dilarikan ke Puskesmas Beji.

KONDISI KORBAN SA'AT TIBA DI PUSKESMAS 

Di Puskesmas Beji, keluarga baru bisa melihat kondisi Widi. Saat itu korban sudah tidak sadarkan diri.

"Yang kami lihat saat dibawa ke puskesmas ada lebam dan benjol di bawah telinga kanan," tambah Lukman.

Upaya pertolongan di puskesmas tidak berhasil. Widi dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

SOSOK WIDI DI MATA WARGA 

Keluarga dan warga sekitar mengenal Widi sebagai sosok pendiam, ramah, dan rajin bekerja. Ia mengelola loket pembayaran untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya.

"Tidak pernah ada masalah dengan warga. Kerjanya juga di situ-situ saja, buka loket listrik dan PDAM," kata salah satu tetangga yang enggan disebut namanya.

TUNTUTAN KELUARGA 

Keluarga besar Widi meminta agar kasus ini diusut secara terang, jujur, dan transparan. Mereka berharap tidak ada fakta yang ditutup-tutupi.

"Kami hanya ingin keadilan untuk almarhum. Kalau memang ada kesalahan, proses hukum. Tapi kalau ada tindakan yang berlebihan, harus diproses juga," tegas Lukman.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian Polres Pasuruan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi dan hasil pemeriksaan awal. INFOMASUK masih berupaya mengkonfirmasi ke pihak terkait untuk mendapatkan versi dari kepolisian.

Autopsi di RS Bhayangkara masih berlangsung. Hasilnya akan menjadi salah satu dasar penyelidikan lebih lanjut oleh Propam dan tim internal kepolisian.

Kasus ini kini menjadi perhatian warga Gunung Gangsir dan sekitarnya. Warga berharap proses hukum dapat berjalan objektif agar tidak ada lagi peristiwa serupa di kemudian hari.

Jika Kepolisian terbukti salah prosedur ini akan menjadi preseden buruk untuk kesekian kalinya institusi POLRI.