Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi diwarnai dengan aksi walk out sejumlah perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Keputusan DPP menetapkan Ana Aniati sebagai Ketua DPC, Ficky Septalinda sebagai Sekretaris, dan Desi Prakasiwi sebagai Bendahara, menuai reaksi dari sebagian PAC.
Salah satu kader, Selamet Santoso alias Mbah Geger, menyampaikan pernyataan emosional di hadapan sesama kader, menyinggung ajakan pemboikotan dan penolakan terhadap figur yang dinilainya berpotensi merusak partai. “Pokoknya hari ini PDI Perjuangan memboikot, karena apa pun bentuknya yang merusak PDI Perjuangan adalah Anas. Apa pun bentuknya PDI Perjuangan harus dikramatkan, Anas harus hancur, ya oke, sepakat ya. Yang penting Anas jangan sampai memegang PDI Perjuangan,” ucapnya dalam video viral tersebut.
Mbah Geger menilai aspirasi kader tingkat bawah tidak sepenuhnya terakomodasi dalam keputusan akhir. Menurutnya, dalam penjaringan awal pada September 2025, PAC hanya mengusulkan dua nama, yakni Ficky Septalinda dan Desi Prakasiwi, tanpa mencantumkan nama Ana Aniati.
“Kalau hasil penjaringan tidak dijadikan referensi, maka muncul pertanyaan tentang makna partisipasi PAC dalam Konfercab,” ujarnya.
Video itu muncul di tengah polemik pelaksanaan Konfercab PDI Perjuangan Banyuwangi yang digelar di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu–Minggu (20–21/12/2025), dalam rangkaian Konferensi Daerah dan Konfercab serentak PDI Perjuangan Jawa Timur 2025.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari DPD maupun DPP PDI Perjuangan terkait video viral tersebut. Meski diwarnai polemik, Konfercab PDI Perjuangan Banyuwangi tetap berlanjut sesuai agenda konsolidasi organisasi [INFOMASUK].


