NGADA – Tragedi memilikan terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, di mana seorang siswa sekolah dasar berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya. Peristiwa ini menyentak masyarakat dan menjadi perhatian publik, terutama karena latar belakang yang menyebabkannya.

YBS meninggalkan sepucuk surat tulisan tangan yang ditujukan kepada ibunya, berisi pesan perpisahan yang menyayat hati. Surat itu ditulis dalam bahasa daerah Ngada dan berbunyi: “Surat buat Mama Reti Mama, saya pergi dulu Mama, relakan saya pergi (meninggal), jangan menangis ya Mama Mama, saya pergi (meninggal) Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya Selamat tinggal Mama”.

 

YBS Bikin surat Sebelum Bundir

Keterangan yang dihimpun media mengungkapkan bahwa YBS menulis surat itu setelah menyampaikan keinginan untuk memiliki buku dan pena guna keperluan sekolah, namun belum dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga. Hal ini membuat hati siapa saja yang membacanya terenyuh dan mempertanyakan bagaimana nasib anak-anak di negeri yang katanya kaya raya ini.

Pihak kepolisian dan aparat desa setempat telah melakukan penanganan awal serta pendataan terkait peristiwa tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik dan dilaporkan sebagai bagian dari kondisi sosial yang masih dihadapi sebagian keluarga di daerah.

Tragedi ini seharusnya menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih peduli dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, terutama anak-anak yang masih dalam proses belajar dan tumbuh. Semoga YBS dapat beristirahat dengan tenang dan keluarganya dapat diberikan kekuatan untuk melalui masa sulit ini. (INFOMASUK)