JAKARTA.

Bencana banjir yang terus melanda di beberapa tempat di Indonesia seharusnya menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih peduli dengan lingkungan dan peduli terhadap masyarakat yang terkena dampak. Namun, apa yang kita lihat? Partai politik justru sibuk membahas aturan Pilkada yang akan dipilih oleh DPRD, bukan masyarakat lagi yang memilih.

Alasan biaya politik yang mahal dijadikan sebagai pembenaran untuk mengesahkan aturan baru. Tapi, pertanyaannya, kenapa partai politik tidak memikirkan biaya kemanusiaan yang lebih mahal? Kenapa mereka tidak memikirkan anak-anak yang tidak bisa sekolah, pertanian yang rusak, dan masyarakat yang lumpuh akibat banjir?

Ironisnya, keputusan ini diambil di sa’at masyarakat sedang berjuang untuk bertahan hidup. Apakah partai politik telah melupakan tugas mereka sebagai wakil rakyat? Apakah mereka lebih peduli dengan kekuasaan daripada dengan nasib rakyat?

Kita perlu bertanya, ada apa dengan Indonesia? Apakah kita telah kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian? Apakah kita telah menjadi masyarakat yang egois dan tidak peduli dengan sesama?

Partai politik harus ingat bahwa mereka adalah wakil rakyat, bukan wakil kekuasaan. Mereka harus memprioritaskan nasib rakyat, bukan kepentingan politik. Mereka harus memikirkan bantuan agar cepat tersalurkan kepada para korban bencana, bukan membahas aturan Pilkada yang tidak mendesak.

Kita perlu meminta partai politik untuk kembali ke jalan yang benar. Kita perlu meminta mereka untuk memprioritaskan kemanusiaan dan kepedulian. Kita perlu meminta mereka untuk menjadi wakil rakyat yang sejati.

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam dan manusia. Kita tidak boleh membiarkan bencana ini membuat kita terpuruk. Kita harus bangkit dan bekerja sama untuk membangun kembali negara kita.

Partai politik yang mengusulkan Kepala Daerah dipilih oleh DPRD yaitu Gerindra, PKB, GOLKAR dan PAN

Sedangkan partai yang menolak adalah PDI PERJUANGAN, sedangkan partai yang lain masih belum menentukan sikap.

Bagaimana menurut anda?

Apakah kamu setuju dengan wacana perubahan ini??